Cara Budidaya Pembenihan Ikan Nila Gift

Ikan Nila Gift adalah salahsatu ikan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, rasanya yang gurih dan pembudidayaannya yang tidak terlalu sulit membuat para pemilik kolam sangat senang memelihara ikan nila Gift, dari segi bisnis juga ikan nila gift mempunyai peluang yang sangat cerah, Saya pernah menulis Anaslisa Usaha Ikan Nila Gift. Sekarang mari kita simak bersama-sama di tulisan di bawah ini tentang cara pembenihan ikan nila Gift yang baiuk dan benar.

1. Penyiapan Induk Nila Gift

Benih yang akan dibudidayakan harus berkualitas baik agar pertumbuhannya, cepat  dan tahan terhadap serangan berbagai penyakit dan perubahan cuaca lingkungan yang terjadi. Keadaan induk sangat berpengaruh terhadap kualitas pembenihan. Jenis kelamin ikan nila gift dapat kita bedakan dari bentuk, warna, dan alat kelamin. Induk jantan dan betina yang berkualitas memiliki ciri-ciri bentuk badan normal, sisik besar dan tersusun rapi, kepala relatif kecil dibandingkan badan, badan tebal dan berwarna hitam keabu-abuan, gerakannya lincah, jika berenang di air mengalir akan melawan arus. Berat  induk betina yang siap dipijahkan antara 200-250 gram sedangkan induk jantan yaitu 250-300 gram. Pemijahan dilakukan berkisar antara 3-6 minggu. Jika umur induk sudah lebih dari dua tahun , harus diganti karena sudah tidak produktif lagi dan kuatitas benihnya pun akan menurun. Keadaan lingkungan harus baik dan makanan harus cukup agar induk dapat berkembang dengan baik.

Gambar Ikan Nila Gift

2. Sistem Pembenihan

Syarat dalam pemilihan benih

  • Bentuk benih normal
  • Benih berasal dari induk yang jelas asal-usulnya
  • Benih tersebiut masih muda dan dapat tumbuh dengan cepat
  • Benih tersedia secara kontinyu sesuai kebutuhan

a. Pembenihan Sistem Ekstensif

Ciri khas dari pembenihan system ekstensif yaitu konstruksi kolam dan cara panennya. Luas kolam yang digunakan yairtu 500-1000 m2.  Bagian-bagian dari dasar kolam yaitu pelataran, kemalir dan kobakan. Setelah kolam  tersedia, kolam tersebut  diisi dengan air  hingga mencapai 30-40 cm. Lalu ditebari induk dengan kepadatan 1 ekor /m2. Untuk pemberian pakan tambahan dapat dibuat dari bahan nabati dan hewani. Untuk pembuatannya, semua bahan dicampurkan lalu digiling dengan gilingan pelet. Panen benih dilakukan dengan cara menyurutkan air hingga ketinggian tertentu. Sambil menyurutkan air , benih ditangkap dan ditampung di dalam hapa yang dipasang di  dekat  tempat panen. Penyeleksian benih dapat menggunakan ayakan yang terbuat dari aluminium. Kemudian benih yang sudah terseleksi tersebut  dipelihara dalam kolam pemeliharaan benih. Pelet halus atau dedak halus dapat mempercepat pertumbuhan benih.

b. Pembenihan Semi-Intensif

Pembenihan seperti ini  melibatkan campur tangan manusia. Kelebihan dari pembenihan semi-intensif yaitu ukuran benih seragam dan hasilnya lebih banyak. Proses pemijahan ini berlangsung selama 45-50 hari. Luas kolam yang diperlukan yaitu 300 m2 untuk pemeliharaan induk betina, 100 m2 untuk pemeliharaan induk jantan dan 400 m2. Induk- induk yang terpilih disimpan didalam kolam terpisah selama dua minggu.pemijahan berlangsung pada hari ke-7 dan hasilnya berupa telur yang dierami didalam mulut induk betina. Pada hari ke-12 kolam pemijahan dip[upuk dengan kotoran ayam atau kotoran burung  sehingga akan terbentuk pakan alami kemudian induk yang mengerami anaknya akan mengeluarkan anaknya dari mulutnya. Pemanenan dilakukan jika dipermukaan air sudah terlihat banyak larva  dan  dilakukan dipagi hari. Dengan pembenihan semi-intensif pemanenan dapat dilakukan tiga kali.

Pembenihan Intensif

Sistem pembenihan intensif tidak memerlukan lahan yang luas dan hasil panennya berupa telur yang diambil dari induk yang sedang mengeram. Lama pemijahan selama 10 hari dan benih yang ditebarkan bisa mencapai 1000 ekor / m2. Kebiasaan ikan nila gift yaitu mengerami telur didalam mulutnya.

Tahapan-tahapan sistem pembenihan Intensif :

Tahap Pematangan Gonad

Tahap ini dilakukan agar mendapatkan kualitas telur yang baik . Pematangan gonad dilakukan dalam bak beton dengan luas 20-30 m2 atau di hapa berukuran panjang 6 m, lebar  4 m, dan tinggi 1 m. Hapa dapat dipasang dalam kolam seluas 1000-2000  m2 dengan kedalaman 1-1,5 m.  pematangan dilakukan selama 14 hari.

Tahap Pemijahan

Kondisi lingkungan harus baik dan makanan yang diberikan harus cukup agar gonadnya dapat berkembang  dengan baik. Pemijahan dilakukan di bak beton berbentuk  persegi panjang dengan luas 12-20 m2 dengan kedalaman 1,5 m. Debit air setiap bak 2-4 1/menit. Setelah bak pemijahaan diisi dengan air setinggi 75-100 cm , masukkan induk jantan dan betina dengan kepadatan 2-4 ekor/m2. Pemijahan terjadi pada hari ke-7 lalu telur yang sudah dibuahi, dierami oleh induk didalam mulutnya.

Tahap Pemanenan Telur

Cara pemanenan telur  yaitu dengan menyurutkan air hingga ketinggian tertentu agar induk dapat ditangkap. Induk yang memisahkan diri dari kelompoknya adalah induk yang sedang mengerami anaknya dan mulutnya selalu tertutup. Kepala induk disiram atau dicelupkan kedalam air agar telurnya keluar lalu ditampung dalam alat tangkap yang terbuat dari bahan halus kemudian dikumpilkan ke dalam baskom.

Tahap Penetasan Telur

Proses penetasan telur ikan nila gift membutuhkan lingkungan yang cocok. Adapun bagian-bagian dari unit penetasan telur yang dibuat dengan system resirkulasi yaitu tempat penampungan air bersih, corong penetasan telur, dan tempat penampungan larva. Unit penetasan telur bisa juga menggunakan system sederhana yang airnya berasal dari sumber air langsung. Tempat penampungan larva dapat berupa bak beton yang dipasang sekup net atau baki-baki untuk menampung larva. Bersihkan telur yang akan ditetaskan dari sisa pakan , lumpur dan kotoran lainnya lalu dicuci dengan air. Sebelum dimasukkan kedalam corong penetasan, telur direndam dalam larutan methilene blue. Sifat telur nila gift yaitu mudah tenggelam dan tidak menempel.  suhu yang baik untuk penetasan telur nila yaitu 25C-30C.

Tahap Pengubahan Jenis Kelamin

Ikan betina sangat dibutuhkan terutama dalam kegiatan pembenihan sedangkan ikan jantan dianggap penting karena partumbuhannya cepat . perbedaan pertumbuhan ikan jantan dan betina dipengaruhi oleh sifat genetik dan system reproduksi. Cara pengubahan jenis kelamin ada dua yaitu dengan perendaman dalam larutan hormon dan pemberian pakan berhormon. Perendaman dalam larutan hormon dilakukan pada larva yang belum sempurna. Sedangkan pemberian pakan berhormon dilakukan pada larva yang baru habis kuning telurnya.

3. Panen Benih

Panen benih sebaiknya dilakukan pagi hari. Karena suhu air masih rendah dan suhu matahari tidak terlalu panas. Pada saat melakukan pemanenan, air disurutkan hingga ketinggian tertentu. Panen dilakukan dalam dua tahap yaitu panen awal (dilakukan saat menunggu air surut) dan panen total (dilakukan setelah air surut). Alat panen harus terbuat dari bahan yang halus agar tidak menyebabkan lecet pada benih ikan.

Pencarian Masuk:

  • kelebihan mengikuti asosiasi di top eleven 2017
  • ciri ikan nila gif
  • mengunci aplikasi raport exel
  • pemijahan ikan nila gift
  • pemijahan nila gift intensif
  • teknik pembenihan lkan nila gift

Leave a Reply

Advertisment ad adsense adlogger