Cara Budidaya Ikan Hias Arwana

Arwana mempunyai nama latin Scleropages sp. Arwana disebut juga Dragon Fish atau ikan naga, barramundi, Saratoga, pla tapad, siluk, kelesa, kayangan, peyang, tangkelese dan arowana. Ikan Arwana bagi sebagian orang dipercaya dapat mendatangkan hoki dan membawa keberuntungan serta menjaga rumah dari arwah penunggu.

Bentuk ikan Arwana memanjang seperti pisau, Arwana juga memiliki ciri khas tersendiri yaitu dua buah sungut yang terdapat pada bibir bawahnya. Sungut tersebut berfungsi sebagai sendor getar untuk mengetahui posisi mangsa. Cara berenang ikan Arwana sangat anggun semakin menambah indah sosok ikan Arwana.

Arwana terdiri dari berbagai jenis yaitu Ikan Arwana Asia, Arwana Australia, Arwana perak, Arwana Irian dan Arwana Hitam. Ikan Arwana termasuk ke dalam hewan yang dilindungi karena ketersediaannya yang terbatas. Keindahan dan ketersediaannya yang terbatas membuat ikan Arwana tergolong ikan yang mahal harganya.

Mengenal Ikan Arwana

Sebelum kita melangkah ke cara budidaya ikan Arwana, sebaiknya anda ketahui dulu beberapa jenis Ikan Arwana yang biasa dibudidayakan di Indonesia.

  1. Arwana Asia

    Arwana Asia dapat ditemukan di Kalimantan dan Sumatera di Indonesia, di Negara lain dapat juga ditemukan di Malaysia dan Thailand. Ada 3 varian Arwana Asia yaitu Arwana merah, hijau dan Golden Arwana atau Arwana emas. Bentuk ikan Arwana asia sirip punggung Arwana terletak jauh di belakang tubuhnya dan hampir mencapai pangkal sirip ekor. Ukuran sirip punggung sedikit lebih kecil dibanding sirip dubur. Sedangkan sirip dadanya panjang dan dapat mencapai sirip perut. Sirip-sirip ikan Arwana asia tersusun rapi dan berukuran besar.

  2. Arwana Irian

    Ikan Arwana irian berasal dari sungai Jardine, Australia. Karena banyak juga tersedia di Irian maka disebut juga Arwana irian. Pada umunya warna ikan Arwana Irian berwarna perak dengan sisik yang berwarna perak kecoklatan. Warna sirip Arwana Irian kuning kehijauan dengan ciri khas bitnik merah.

  3. Arwana Australia

    Ikan Arwana Australia ini terdapat banyak di sungai Dawson, Burnett, Mary dan Fitzory di Australia. Di Indonesia ikan Arwana jenis ini banyak terdapat di Irian. Bentuk tubuh ikan Arwana Australia mirip dengan ikan bandeng dengan bentuk sirip dubur yang membulat seperti sirip ekor. Sisiknya berwarna kuning keemasan. Hampir sekujur tubuh ikan Arwana ini dihiasi bitnik kuning kemerahan.

  4. Arwana perak

    Arwana perak berasal dari Guyana dan Amazon di Amerika Selatan. Arwana perak mempunyai bentuk tubuh yang memanjang dengan potongan melintang sangat pipih ke samping. Tubuh bagian depannya cukup lebar da makin ke belakang makin runcing. Sirip punggung dan sirip anus sangat panjang hampir setengah badannya. Ujung kedua sirip meruncing sehingga tampak menyatu dengan sirip ekor. Sirip perutnya terletak jauh di belakang, sedikit di depan sirip anus. Sedangkan sirip depannya terletak di bawah tutp insang.

  5. Arwana hitam

    Arwana hitam sering disebut juga Arwana Brazil karena berasal dari Negara Brazil. Bentuk tubuh ikan Arwana hitam mirip dengan Arwana perak, yaitu panjang dengan potongan pipih ke samping. Bagian depan tubuhnya lebar dan mengecil di bagian belakang. Bentuk sirip punggung dan sirip anus meruncing dan tampak menyatu dengan sirip ekor.

Ikan Arwana biasanya dijual dari penangkaran yang telah memiliki izin dari Pemerintah, karena ikan Arwana termasuk ikan yang dilindungi, namun bagi pecinta Arwana, dapat membudidayakan sendiri Arwana mereka sendiri. Setelah kita mengenal jenis-jenis ikan Arwana di Indonesia, mari kita lanjut membaca car budidaya ikan Arwana.

Pemijahan Arwana

Pemijahan Arwana harus dilakukan di kolam, walaupun nantinya ikan Arwana aka terlihat lebih indah jika diletakkan di akuarium. Induk Arwana yang dipijah haruslah bibit unggul dan memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Jenis tanah yang baik digunakan dalam kolam pemijahan ikan Arwana haruslah tanah yang berlempung dan dapat menahan air dan pakan alami.
  • Perbedaan kemiringan antara saluran air masuk dan keluar dari kolam tidak lebih dari 1.
  • Air di kolam pemijahan mempunyai suhu antara 25-30 derajat, pH air antara 6.0 sampai 7.0, kandungan oksigen yang terlarut kurang dari 5 ppm, kandungan CO2 dalam air kurang dari 25 ppm.
  • Jika kolam tertimpa hujan deras, sebaiknya 30 air diganti dengan yang baru.
  • Kolam idel untuk pemeliharaan Arwana berbentuk persegi panjang dengan luar 100 M2.

Langkah-langkah persiapan kolam pemijahan:

  • Pengeringan kolam hingga dasar kolam retak-retak.
  • Pengapuran kolam dengan dosis 100 gram per meter persegi.
  • Pengisian air sebaiknya kurang lebih 100 cm

Induk Arwana yang akan dipijah sebaiknya berusia 4 tahun dengan panjang tubuh 45-60 cm. Membedakan ikan Arwana jantan dan betina akan lebih mudah di usia ikan 3-4 tahun, perbedaan antara ikan Arwana jantan dan betina adalah ikan Arwana jantan adalah Arwana jantan mempunyai tubuh yang lebih langsing, mempunyai warna tubuh yang lebih mencolok, serta mempunyai mulut yang lebih besar juga biasanya ikan Arwana jantan lebih lincah dan agresif.

Ketika masa pemijahan sedang berlangsung, terjadi pelepasan telur berwarna jingga kemerahan. Arwana jantan akan membuahi telur-telur tersebut, kemudian mengumpulkan telur dalam mulutnya hingga diinkubasi sampai larva dapat berenang dan bertahan hidup sendiri. Telur-telur tersebut akan menetas dari pembuahan sekitar 7 hari. Larva hidup dalam mulut pejantan selama 7-8 minggu. Larva akan lepas dari mulut pejantan dan hidup mandiri setelah ukurannya mencapai 45-50 mm. Inkubasi telur secara normal memakan waktu hingga 8 minggu, namun jika ingin dipersingkat kita bisa mengeluarkan telur dari mulut pejantan. Pejantan ditangkap secara hati-hati, jangan sampai ikan memberontak dan terluka. Untuk melepaskan larva dari mulut pejantan caranya bagian bawah mulut ditarik secara perlahan dan tubuh pejantan ditekan ringan. Setelah itu larva dikeluarkan dan kumpulkan dalam wadah plastic dan diinkubasi dalam akuarium.

Akuarium yang dipersiapkan untuk inkubasi sebaiknya berukuran 45 x 45 x 90 cm suhu air dalam akuarium sebaiknya 27-29 derajat C, dan kandungan oksigen dalam air tidak kurang dari 5 ppm. Selama masa inkubasi dalam akuarium tidak perlu diberi pakan hingga masa selama 8 minggu. Setelah larva berumur 8 minggu bisa diberi pakan hidup pertama bisa berupa cacing darah atau anak ikan kecil yang ukurannya sesuai dengan mulut larva. Setelah larva ukurannya mencapai 10-12 cm larva dapat diberi pakan udang air tawar atau runcah.

Pemeliharaan Ikan Arwana

Setelah proses pemijahan selesai, saatnya ikan Arwana ditempatkan di kolam yang lebih bebas. Pemeliharaan Arwana sebaiknya dalam kolam berukuran 18 m x 42 m x 2 m, kolam sebesar itu mampu menampung hingga 1000 ekor Arwana, bagi pemelihara yang sekedar hobi, biasanya ikan Arwana ditempatkan di akuarium berukuran 1.2 m x 0.7 , x 0.5 m, untuk jumlahnya disesuaikan saja. Memelihara ikan Arwana dalam akuarium harus mempunyai peralatan lainnya, yaitu aerator untuk memasok oksigen, filter untuk menjaga kualitas air, heater untuk menjaga suhu air dan lampu UV sebagai pengganti sinar matahari, karena akuarium biasanya ditempatkan di dalam ruangan yang jarang terkena sinar matahari. Sedangkan di kolam bebas, peralatan-peralatan itu tidak perlu, yang diperlukan hanyalah menjaga kualitas air dengan mengganti dari 30 % air secara berkala. Sebaiknya penggantian air dilakukan 2 kali dalam seminggu baik itu kolam bebas ataupun akuarium. Suhu air sebaiknya 26-30 derajat C.

Pemberian pakan Arwana

Pakan Arwana terdiri dari 2 jenis, yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami berbentuk udang air tawar, anak ikan lele, ikan kecil, anak katak dan serangga-serangga lainnya. Sedangkan pakan buatan berupa pelet. Pakan alami untuk pertumbuhan dan pembentukan ikan Arwana, sedangkan pakan buatan sebagai nutrisi. Pemberian pakan sebaiknya diseling antara pakan alami dan pakan buatan.

Penyakit pada Ikan Arwana

Memelihara ikan Arwana akan semakin menyenangkan jika ikan Arwana terbebas dari penyakit. Berikut ini beberapa penyakit yang biasa menimpa ikan Arwana beserta cara penanganannya.

  • Mata juling atau melotot, penyakit ini biasanya disebabkan posisi kolam yang tidak tepat, pakan terlalu banyak lemak, kolam terlalu silau. Jika julingnya belum parah bisa mengatasinya dengan terapi, caranya adalah menutup kolam dengan kain atau apa saja agar kolam menjadi gelap, lakukan sampai ikan benar-benar normal.
  • Mata berkabut, untuk mengtasi penyakit ini cukup dengan memasukan cairan antibiotik atau daun ketapang ke dalam kolam akuarium jika penyakitnya belum parah.
  • Insang terlipat, penyakit ini bisa disebabkan kualitas air yang buruk serta kurangnya kandungan oksigen dalam air, menangani penyakit ini harus dengan pembedahan, melakukan pembedahan haruslah orang yang ahli.
  • Sungut melintir, biasanya sungut Arwana mengarah ke depan, namun dalam keadaan tidak normal sungut Arwana bisa bengkok ke samping. Penyakit ini bisa disebabkan oleh bakteri, benturan, atau kebiasaan ikan Arwana yang diam di sudut akuarium. Mengatasinya dengan cara memotong sebagian sungut Arwana, sungut Arwana akan tumbuh kembali normal setelah 3 minggu.

Demikian artikel darmacaang.me tentang cara pemeliharaan ikan Arwana, bagaimana, sudah tertarikkah anda untuk memelihara ikan Arwana, oke semoga artikelnya mudah dipahami dan bermanfaat bagi pembaca, sekian dan terima kasih atas kunjungannya, anda boleh mengisi formulir komentar untuk sekedar bertanya berkaitan dengan artikel diatas.

Leave a Reply

Advertisment ad adsense adlogger