Contoh Proposal Kelompok Tani Ikan

Berikut ini Darmacaang.me lampirkan sebuah contoh Proposal permohonan dana bantuan modal untuk kelompok usaha tani ikan yang ditujukan ke Kementerian Sosial Negara Republik Indonesia, ini hanya sebagai contoh saja apabila ada nama atau tempat yang sama itu hanya sebagai contoh saja dan kami mohon maaf. Link download dalam bentuk dokumen ada di bagian akhir artikel.

KELOMPOK PERIKANAN KARYA MANDIRI

SUB SEKTOR PERIKANAN

Dusun Desa Desa Kaliandra Kecamatan Labu

    

Nomort 

: 

04 / KM-Dsn./2011

 

Kaliandra, 15 Juli 2011

Sipat 

: 

Biasa 

 

Kepada :

Lampiran 

: 

1 (Satu) Bundle Proposal 

Yth.

Bapak Kementerian Sosial

Perihal 

: 

Permohonan Bantuan Modal

 

Republik Indonesia

       

Di 

       

Jakarta

 

 

Dipermaklumkan dengan hormat, berdasarkan rencana pengembangan usaha yang telah disusun, maka perkenankanlah kami Kelompok Tani Perikanan Ikan Nila ” KARYA MANDIRI ” yang beralamat di Dusun Desa RT. 10 RW. 03 Desa Kaliandra Kecamatan Labu Kabupaten …………………………. mengajukan permohonan bantuan modal usaha.

Adapun bantuan dimaksud akan dipergunakan untuk modal kerja dan modal investasi yaitu sebesar Rp. 115.000.000,- ( Seratus Limabelas Juta Rupiah ) untuk pemanfaatan terlampir.

Besar harapan kami Bapak dapat mengabulkan permohonan ini, agar rencana tersebut bisa tercapai sesuai dengan yang direncanakan. Atas perhatian dan Bantuannya kami ucapkan terimakasih.

 

 

 

KELOMPOK TANI KARYA MANDIRI

SUB SEKTOR PERIKANAN

Ketua,

 

 

 

………………………….

Sekretaris

 

 

 

………………………….

 

         
 

 

 

 

 

PEMERINTAH KABUPATEN ………………………….

KECAMATAN LABU

KEPALA DESA KALIANDRA

………………………….É 773339 Kode Pos …………………………. ………………………….


 

 

SURAT PENGANTAR DESA

Nomor : 523.3 / 86-Ds./2011

 

 

Pada hari Jum’at Tanggal 15 Bulan Juli Tahun 2011 berlokasi di Dusun Desa RT. 09 RW. 03 Desa Kaliandra.

Yang bertanda tangan di bawah ini :

 

Nama     : ………………………….

Jabatan     : Kepala Desa Kaliandra

Dengan ini menyatakan :

 

Nama     : ………………………….

Jabatan     : Ketua Kelompok Tani

Alamat     : Dusun Desa RT. 10 RW. 03 Desa Kaliandra

         Kenamatan Labu Kabupaten ………………………….

 

 

Selaku wakil dari pemohon, sesuai Proposal Nomor : 04/KM-Dsn./2011 Tanggal 15 Juli 2011 yang digunakan untuk kegiatan : Kegiatan Pembesaran dan Budi Daya Ikan Air Tawar adalah sebagai berikut :

Isi tiga hal :

  1. Benar adanya
  2. Layak diberikan
  3. Berdampak positif

 

 

Demikian surat pengantar ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

 


 

 

Kaliandra, 15 Juli 2011

KEPALA DESA KALIANDRA

 

 

 

 

 

………………………….

 

 

 

 

 

 

BALAI PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN

DAN KEHUTANAN ( BP3K)

Jalan Raya Kujang No. … Tlp. ( 0265) 773201 …………………………. ………………………….

    

Nomort 

: 

02 / VII / BP3K/2011

 

Kaliandra, 15 Juli 2011

Lampiran 

: 

1 (Satu) 

 

Kepada : 

Perihal 

: 

Permohonan Bantuan

Yth. 

Bapak Kementrian Sosial

   

Sarana Produksi

 

Republik Indonesia

       

Di 

       

Jakarta

 

        

 

        Dengan Hormat,

 

Berdasarkan hasil survei dan obserpasi yang dilakukan oleh kami dan pendamping mengenai kegiatan di Dusun Desa, Desa Kaliandra Kecamatan Labu untuk dapat pengakuan dari instansi terkait, pada prinsipnya kami tidak keberatan untuk pengajuan modal Kelompok Tani KARYA MANDIRI di Dusun Desa Desa Kaliandra Kecamatan Labu Kabupaten …………………………. disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

 

Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan seperlunya.

 

 

 

Tembusan :
Yth. Bapak Kepala BP4K Kabupaten ………………………….
 

  1. Yth. Bapak Camat Labu

         

 

 

 

 

PENGANTAR

 

Rencana pengembangan usaha Bagi Kelompok Tani Karya Mandiri bertujuan untukmenyumbangkan sedikit karya nyata dalam bidang perikanan sebagai salah satu upaya untuk ikut serta dalam pembenahan perekonomian Nasional. Diharapkan agar diperoleh resume ekonomi Nasional yang berkualitas. Maka pengembangan Kelompok Tani Karya Mandiri
didukung oleh orang-orang yang kredibel dalam melahirkan suatu model pengelolaan perikanan di Indonesia. Rencana ini hanyalah suatu upaya kecil dari tujuan besar bersama, yaitu tumbuhya kekuatan ekonomi yang berbasis kerakyatan sehingga kemudian terwujud kemandirian rakyat dalam ekonomi. Dengan adanya kemandirian rakyat dalam perekonomian diharapkan terwujudnya cita-cita negara madani yang berdaulat rakyat dapat terwujud.

 

Adapun sifat dari model kebijakan ekonomi yang baru, diharapkan bersifat fleksibel sehingga mampu beradaptasi dalam tata pergaulan ekonomi global. Diyakini dengan sifat fleksibilitas itu bangsa Indonesia akan mapu bersaing dalam iklim kompetisi pasar bebas yang tengah kita jalani bersama. Proses pembenahan itu sendiri tentunya harus dijalani secara sabar dan gradual sehingga mampu menawarkan model kebijakan ekonomi yang utuh dan dapat diterima oleh semua kalangan masyarakat, rakyat Indonesia tentunya.

 

Harapan kami semua pihak dapat berpartisipasi dengan memberikan kontribusi yang positip dalam perkembangan usaha kelompok ini sehingga kelak Kelompok Tani Karya Mandiri ini dapat memberikan andil bagi perekonomian Nasional salah satunya berupa peningkatan kesejahteraan rakyat bersama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. Latar Belakang

 

Ikan Nila (Oreochromis sp) merupakan jenis ikan air tawar yang berasal dari perairan rawa-rawa dan menyukai perairan yang tenang dan jernih. Ikan jenis ini juga bisa hidup di sungai atau di danau. Budidaya ikan nila mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, disamping rasanya yang lezat dan empuk, ikan inipun digemari banyak orang.

 

Disamping rasanya itu, perawatannya pun tidak terlalu sulit dan tidak memakan banyak biaya, sehingga banyak petani ikan yang mulai membudidayakan ikan ini, karena harga dari setiap bibitnya yang murah dapat menghasilkan keuntungan 3 kali lipat dari harga bibit. Harga dari ikan nila di pasaran sangat bervariasi tergantung dari bobot ikan tersebut. Saat ini harga 1 Kg. Ikan nila berkisar Rp. 10.000,- – Rp. 15.000,-.

 

Menurut TEMPO Interaktif, berdasarkan dari data dari Departemen Kelautan dan Perikanan (2007) setiap tahun produsi ikan nila mengalami peningkatan sekitar 30 %. Ini karena semakin banyaknya petani ikan yang membudidayakan ikan jenis ini.

 

Berdasarkan catatan Departemen Kelautan dan Perikanan tadi, produksi nasional nila pada tahun 2003 sebesar 9.820 ton. Lalu pada tahun 2004 meningkat menjadi 14.065 ton. Pada tahun 2005 produksinya mencapai 19.027 ton. Pada tahun 2007, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya menargetkan peningkatan sebanya 3 kali lipat. Namun kontribusi ikan nila di sektor perikanan dalam negeri saat ini baru 10 %. Seluruh produksi ini umumnya di konsumsi di dalam negeri.

 

Kabupaten …………………………., Tasikmalaya dan Bandung merupakan wilayah yang dikenal sebagai salah satu budidaya ikan air tawar di Jawa Barat, Khususnya di Desa Kaliandra Kecamatan Labu beberapa petani telah membudidayakan ikan ini meski dilakukan secara tradisional.

 

Agar usaha budidaya dan pembesaran ikan nila ini berjalan optimal, maka dirasakan perlu penanganan secara profesional dengan dukungan seluruh sumberdaya yang tersedia.

 

Kelompok Tani Karya Mandiri adalah salah satu kumpulan para petani ikan nila dalam sebuah wadah yang merencanakan untuk melakukan pengembangan usaha dengan tujuan untuk penghematan biaya dan memenuhi kenaikan permintaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

            

Sebelumnya Kelompok Tani Karya Mandiri telah melakukan pengembangan usaha ikan gurame juga dengan menggunakan modal sendiri, namun jumlah yang dikelola masih belum memenuhi kebutuhan dana untuk rencana pengembanagnnya.

 

Dengan disusunnya studi ini diharapkan dapat memberikan bantuan modal sesuai dengan kebutuhan anggota kelompok.

 

    

  1. Tujuan

 

Tujuan dari penyusunan studi kelayakan usaha kelompok ini adalah :

 

  • Memperluas jaringan usaha, dan menambah modal.
  • Memperbesar Volume dan pendapatan usaha.
  • Membantu penyerapan tenaga kerja di lingkungan sekitarnya.
  • Meningkatkan pendapatan Asli Daerah.
  • Mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkuslitas dalam pengelolaan usaha kelompok
  • Menyediakan sarana dan prasarana kelompok.

 

 

 

  1. Sasaran

     

    Petani sebagai salah satu unsur pengusaha kecil memiliki posisi strategis untuk mempercepat perubahan struktural dalam rangka meningkatkan tarap hidup rakyat banyak melalui perannya ; memperluas penyediaan lapangan kerja, menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan memeratakan peningkatan pendapatan serta meningkatkan daya saing dan daya tahan ekonomi nasional.

     

    Dengan perspektip seperti itu, sasaran umum pengembangan usaha kecil dalam jangka menengah dan panjang adalah :

  • Meningkatkan sinergi antara Pemerintah dengan usaha kecil dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
  • Memberikan peluang bagi masyarakat sekitar yang memiliki potensi dalam menciptakan dan mengembangkan suatu bisnis sehingga tercipta wira usaha baru.
  • Terciptanya sinergi dan linkage (hubungan) yang besifat saling melengkapi antara Pemerintah dan usaha kecil.

 

 

 

  1. Potensi Pengembangan

 

Salah satu Faktor penting yang dapat mempengaruhi perkembangan suatu usaha adalah ketersediaan modal dalam jumlah dan waktu yang tepat. Sehingga dengan ketersediaan modal pada saat dibutuhkan dan dengan jumlah yang tepat, maka rencana pengambangan usaha dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana.

 

 

 

 

4

 

Pada Kenyataannya, seringkali ketersediaan modal ini tidak sesuai dengan rencana yang telah dibuat oleh Kelompok Tani Karya Mandiri. Hal ini dikarenakan dana kelompok tidak mencukupi untuk seluruh rencana pengembangan. Dengan keterbatasan dana sendiri, maka kelompok mengajukan bantuan ke Pemerintah. Namun apabila tidak didukung dengan suatu rencana pengembangan yang jelas dan sitemmatis, maka tidak menutup kemungkinan pemerintah tidak menyetujui permohonan bantuan dana yang diajukan sesuai dengan permohonan Kelompok Tani Karya Mandiri.

 

Rencana pengembangan usaha ini biasanya salah satunya atas dasar adanya kenaikan dalam permintaan produk pada kelompok. Namun keputusan untuk melakukan pengembangan usaha yang membutuhkan dana besar dan kesiapan Sumber Daya Manusia serta asfek lain yang merupakan mata rantai usaha , tidak hanya didasarkan kepada pemikiran bahwa dengan meningkatnya permintaan secara otomatis akan meningkatkan laba. Keputusan ini harus didukung oleh suatu analisa yang menyangkut berbagai faktor yang saling berkaitan satu sama lainya yang pada akhirnya akan mempengaruhi laba usaha kelompok. Faktor-faktor itu antara lain ketersediaan bibit yang menunjang pada peningkatan budidaya yang dapat memenuhi permintaan pasar, usaha produktif dari budidaya nila sangat potensial baik dari sisi pangsa pasar maupun keuntungan usaha.

 

Selain itu juga perlu diperhatikan faktor-faktor eksternal kelompok, seperti kebijakan pemerintah yang mengatur tataniaga hasil perikanan, kondisi ekonomi secara global, ketersediaan tenaga kerja dan faktor lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

 

BAB II

 

GAMBARAN UMUM USAHA

 

 

 

  1. Aspek Keorganisasian

     

    Nama Kelompok         : KARYA MANDIRI

    Ketua                 : ………………………….

    Tahun Berdiri             : TAHUN 2005

    Bidang Usaha             : PERIKANAN

    Jenis Usaha             : PEMBESARAN IKAN NILA/BUDIDAYA GURAME

    Jenis Barang             : IKAN NILA/GURAME

    Alamat                 : DUSUN DESA RT./RW. 10/03

     

  2. Aspek Sumber Daya manusia

    Kelompok Tani Karya Mandiri dirintis berdirinya oleh Bapak …………………………. pada tahun 2005 di Dusun Desa Desa Kaliandra Kecamatan Labu Kabupaten ………………………….. Sebagai perintis tentu saja perjalanan Bapak …………………………. tidaklah semulus prestasi yang dapat dirasakan saat ini, bertahun-tahun beliau malang melintang di berbagai jenis usaha baik sebagai pedagang dan perikanan, dengan modal pengalaman dan keilmuan yang terus dipupuk, Bapak ………………………….. Mampu menampung para petani ikan nila, maka key persen mendiverifikasi usahanya dengan mendirikan Kelompok Tani Karya Mandiri yang mengelola Nila dan Gurame dalam rangka meningkatkan nilai tambah kelompoknya.

     

    Aspek Sumber Daya Manusia sebagai pengelola Kelompok Tani Karya Mandiri subsektor Perikanan adalah :

     

    Ketua             : ………………………….

    Sekretaris         : ………………………….

    Bendahara         : TOTO

    Anggota             : 1. ATO HARTO

                     2. MAMAT RAHMADI

                     3. LILI RUSLI

                     4. UDIN SAMSUDIN

                     5. WAWAN SETIAWAN

                     6. EEN HENDI

                     7. ADE RUHIYAT

                     8. AHMAD TOHA

     

     

    6

     

  3. Aspek Teknis/Produksi

     

    Perikanan Nila adalah budidaya ikan air tawar mulai dari pembenihan sampai pembesaran. Bibit yang digunakan untuk budidaya ikan nila berasal dari Jambi. Lama waktu pembibitan selama 30 hari dan pembesaran 120 hari untuk berat 250 gram sebagai produk yang telah siap untuk dipasarkan.

     

    Kelompok Tani Karya Mandiri dalam budidaya memiliki 5 kolam yang luas seluruh nya + 1.500 M2 dengan kontruksi dan peralatan sebagai berikut :

     

    Jenis Bahan 

    Volume 

    Harga Satuan (Rp.) 

    Jumlah (Rp.)

    Biaya Kontruksi

         

    Bak Pemijahan 

    1 Unit 

    12.000.000,- 

    12.000.000,- 

    Bak Pematangan Gonad 

    3 Unit 

    7.000.000,-

    21.000.000,- 

    Bak Pendederan 

    6 Unit 

    5.000.000,-

    30.000.000,- 

    Induk 

    100 Kg. 

    15.000,-

    1.500.000,-

    Total Biaya Kontruksi 

       

    64.500.000,-

    Biaya Penyusutan 

    10h 

    64.500.000,-

    6.450.000,-

    Total Biaya Kontruksi 

    79.950.000,-

           

    Peralatan 

         

    Blower 

    1 Unit

    300.000,- 

    300.000,- 

    Instalasi Udara 

    1 Unit

    270.000,-

    270.000,- 

    Jaring Induk 

    1 Unit

    100.000,- 

    100.000,- 

    Jaring Larva 

    1 Unit

    75.000,- 

    75.000,- 

    Peralatan lapangan 

    1 Paket

    597.000,-

    597.000,-

    Total Biaya Peralatan 

       

    1.342.000,-

    Biaya Penyusutan 10h 

    10h

    1.342.000,-

    134.200,-

    Total Peralatan

    1.476.200,-

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    7

     

  4. Aspek Keuangan

     

    Laporan Keuangan Kelompok Tani Karya Mandiri tahun 2008 adalah sebagai berikut :

     

    1. Pembesaran per 4 bulan

     

    Jenis Bahan 

    Volume 

    Harga Satuan (Rp.) 

    Jumlah (Rp.) 

    Penjualan 

         

    Nila 250 gr 

    5.250 kg

    15.000,- 

    78.750.000,- 

    Jumlah Penjualan 

    78.750.000,- 

    Pengeluaran : 

         

    Deder ( 2 jari tangan ) 

    21. 000 ekor

    500,-

    10.500.000,-

    Pakan Induk 

    4.770 kg

    3.500,-

    16.695.000,-

    Pakan Ampas Tahu 

    51 karung

    5.000,-

    255.000,-

    Tenaga kerja 

    12 orang

    800.000,-

    9.600.000,-

    Biaya Listrik 

    4 bulan

    50.000,-

    200.000,-

    Pemeliharaan 

    1 siklus

     

    3.240.000,-

    Jumlah Pengeluaran 

    40.490.000,-

           

    Jumlah Penjualan

    78.750.000,- 

    Jumlah Pengeluaran 

    40.490.000,- 

    Laba Bersih Jumlah Penjualan-Jumlah Pengeluaran 

    38.260.000,- 

     

     

  5. Aspek Pemasaran

     

    Seiring perkembangannya bisnis perikanan nasional, Nila merupakan salah satu kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat, sangat penting untuk saat ini sebagai kebutuhan dari segi makanan bagi masyarakat secara umum yang diperlukan setiap hari,maka nila akan terus dibutuhkan dengan jumlah yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah produk serta perekonomian nasional.

     

    Pasa pasar produk Nila saat ini yang dapat dipenuhi oleh Kelompok Tani Karya Mandiri adalah masyarakat umum di …………………………., Tasikmalaya, Bandung dan Jakarta.

     

    Seiring makin berkembangnya usaha kelompok maka peningkatan konsumen akan kebutuhan ikan nila ini secara otomatis meningkat pula, hal ini mengakibatkan tingginya kebutuhan tenaga kerja yang membuat banyak masyarakat yang dapat diberdayakan pada usaha ini. Namun terbatasnya modal mengakibatkan kekhawatiran anggota kelompok untuk memenuhi permintaan tersebut. Kekhawatiran ini beralasan jika ditinjau dari segi daya saing produk hasil kelompok yang mampu bersaing dari segi kualitas dan terserapnya tenaga kerja di lingkungan sekitarnya mengakibatkan sulitnya pemenuhan produk untuk konsumen, sedangkan pengusaha besar sejenis dengan dana yang berlimpah dapat melakukan berbagai hal demi memenangkan persaingan usaha ini.

     

     

     

     

     

    8

     

    BAB III

    PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA

     

  6. ASPEK TEKNOLOGI

     

    Saat ini kelompok dalam menjalankan proses produksi sebagian besar masih menggunakan peralatan konvensional dan lebih menekankan keahlian budidaya. Dalam menunjang proses produksi diperlukan pemutakhiran teknologi melalui pengadaan peralatan yang potensial.

    Melihat competitor yang ada, maka kelompok berencana melengkapi sarana dan prasarana berupa pengadaan pengadaan peralatan dan kelengkapan sarana lain yaitu :

     

    1. Bak Pematang             1 unit             Rp. 7.000.000,-

    2. Bak Pemijahan            1 unit             Rp. 12.000.000,-

    3. Blower 90 Wat             2 unit             Rp. 600.000,-

    4. Jaring Induk                 2 unit             Rp. 200.000,-

    5. Jaring Larva                 2 unit             Rp. 150.000,-

    6. Peralatan Lapangan             1 paket         Rp. 597.000,-

    7. Instalasi Udara             2 unit             Rp. 540.000,-


                                Jumlah         Rp. 21.087.000,-

     

    Hal ini diharapkan mampu meningkatkan volume produksi sehingga mampu memenuhi angka kuota pemesanan dari konsumen. Keadaan ini akan mendorong tumbuhnya usaha kelompok yang akan menjadi pesaing perusahaan dalam negeri yang lebih besar.

     

  7. ASPEK FINANSIAL

     

    Modal yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana pengembangan Kelompok Tani Karya Mandiri ini sebesar Rp. 38.520.000,- yang terdiri dari :

     

    Resume Kebutuhan Modal Kerja TEGAR

     

    Omzet Total per Bulan                 Rp. 78.750.000,-

    Total HPP                     Rp. 40.490.000,-

    Total Kebutuhan Modal Kerja             Rp. 135.000.000,-

    Bantuan Modal                     Rp. 115.000.000,-

    Modal Sendiri                     Rp. 50.980.000,-

     

     

  8. ASPEK PEMASARAN

     

    Ikan Nila merupakan jenis ikan air tawar yang cukup mahal harganya, namun permintaannya cukup tinggi. Permintaan nila datang dari kota-kota besar seperti Bandung, Tasikmalaya dan ………………………….. Karena mudal menjualnya ikan nila, banyak orang menyetarakan nya dengan emas selain mudah dijual juga bernilai cukup tinggi.

     

     

     

     

     

    9

     

    Dalam kondisi pasar yang cukup prospektif tidak banyak orang yang menekuni usaha perikanan nila secara prospektif dan berorientasi komersial. Maka walaupun permintaannya cukup tinggi, penawaran nila masih dirasakan lamban. Akibatnya, sekalipun untuk memenuhi permintaan lokal dan regional,pasar ikan nila masih terbuka lebar.

     

    Fluktuasi harga nila relatif setabil dengan kecenderungan yang terus meningkst. Sebagai ilustrasi, harga ikan nila saat ini di tingkat konsumen wilayah …………………………. mencapai Rp. 10.000,- sampai Rp. 15.000,- /kg.sementara harga ikan yang berada satu tingkat diatasnya yaitu ikan mas hanya Rp. 15.000,- paling tinggi Rp. 20.000,-.

     

  9. DUKUNGAN SUMBERDAYA LOKAL

     

    Sebagai wilayah datar tinggi Kecamatan Labu memiliki sumber air permukaan maupun air tanah yang cukup sehingga menjadikan iklim yang kondusip untuk perkembangan budidaya ikan air tawar. Serta budidaya ikan nila di Kecamatan Labu hanya di kelompok Tani Karya Mandiri dengan luas lokasi + 1.500 M2.

     

  10. STRATEGI PENGEMBANGAN

     

    Luas penguasaan lahan budidaya ikan air tawar yang sempit berimplikasi pada efisiensi penyediaan sarana produksi dan pemasaran. Untuk mencapai efisiensi tersebut dapat dilakukan pedekatan pengurus kelompok, dapat berupa perusahaan yang bekerja sama dengan beberapa orang petani inti lebih difokuskan pada penyediaan sarana produksi termasuk bibit dan pemasaran. Sementara petani bergerak pada tata laksana budidaya.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    *****

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    10 

     

     

    BAB IV

     

    PENUTUP

     

    Dari hasil studi yang dilakukan untuk menilai kelayakan pengembangan usaha yang akan dilakukan oleh Kelompok Tani Karya Mandiri
    dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

     

    1. Pengembangan usaha ini adalah pengembangan unit usaha Budidaya Nila (Oreochromis sp).
    2. Perkembangan penjualan tiap bulan pada tahun 2010 sebesar Rp. 78.750.000,-dan pada tahun 2011 diproyeksikan sebesar 98.437.500,-.
    3. Modal usaha kelompok yang digulirkan tiap bulan tahun 2010 yaitu senilai Rp. 38.260.000,-. Laba usaha 12,2 h yaitu sebesar Rp. 9.565.000,-.pada tahun 2010 diperlukan penambahan modal senialai Rp. 115.000.000,-.
    4. Analisa kelayakan dengan menggunakan metode NPV memberikan hasil positip dan metode IRR memberikan hasil lebih tinggi dibandingkan dengan discount factor jika dibandingkan dengan suku bunga sekalipun.

     

    Demikian hasil setudi yang kami lakukan terhadap rencana pengembangan usaha, kami memandang bahwa rencana pengembangan usaha kelompok Tegar dan anggotanya layak untuk dilaksanakan dan mendapat pembiayaan dari Pemerintah.

     

    Kaliandra 15 Juli 2011

    Ketua Subsektor Perikanan

     

     

     

     

    ………………………….

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    11 

    PEMERINTAH KABUPATEN ………………………….

     

    KECAMATAN LABU

     

    Jalan Raya Labu Nomor. 163 É (0265) 773201 Labu ………………………….


     

     

    SURAT PENGANTAR KECAMATAN

    Nomor : 523.31 / 25 -Kec

     

     

    Pada hari Jum’at Tanggal Limabelas Bulan Juli Tahun Dua Ribu Sebelas berlokasi di Kecamatan Labu.

    Yang bertanda tangan di bawah ini :

     

    Nama     : ………………………….

    NIP         : ………………………….

    Jabatan     : Camat Labu

    Dengan ini menyatakan :

     

    Nama     : ………………………….

    Jabatan     : Ketua Kelompok Tani

    Alamat     : Dusun Desa RT. 10 RW. 03 Desa Kaliandra

             Kenamatan Labu Kabupaten ………………………….

     

     

    Selaku wakil dari pemohon/ Calon pemohon Kelompok Tani Karya Mandiri yang bersumber dari APBN Pusat Tahun Anggaran 2011 sesuai Proposal Nomor : 04/KM-Dsn./2011 Tanggal 15 Juli 2011 yang digunakan untuk sarana dan prasarana penunjang Perikanan Rakyat adalah sebagai berikut :

     

    1. Benar Kelompok Tani Karya Mandiri berlokasi di Dusun Desa RT. 10 RW. 03 Desa Kaliandra.
    2. Kondisi Keuangan Kelompok Tani tesebut tidak memadai untuk melanjutkan program perikanan tersebut maka dengan itu layak diajukan.
    3. Berdampak positif untuk menyerap tenaga kerja di wilayah tersebut dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

     

    Demikian surat pengantar ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

    Semoga contoh proposal ini bermanfaat bagi anda, apabila ada yang salah atau kurang mohon untuk diperbaiki. Apabila anda ingin mendownload dokumen dalam bentuk Microsoft Office Word silahkan buka link ini. Sekian dan terima kasih atas kunjungannya.

Pencarian Masuk:

  • apakah yang dimaksud dengan sheet
  • apa yang dimaksud dengan sheet
  • apa yg dimaksud dengan sheet
  • cara perbaiki halaman tidak dapat dimuat saat ini periksa sinyal telepon
  • ekosistem ikan nila
  • apa yg di maksud dengan sheet
  • apakah yang di maksud dengan sheet
  • jelaskan apa yang dimaksud dengan sheet
  • kelebihan bean sheet
  • apa yang dimakaud dengan sheet?

Leave a Reply