Peluang Usaha Budidaya Ikan Koi

Budidaya ikan Koi adalah Peluang Usaha yang menjanjika jika Ikan Koi yang dihasilkan bermutu dan berkualitas, untuk itu di halaman ini darmacaang.me akan membahas secara detail bagaimana Cara Membudidayakan ikan Koi yang berhasil. Ikan Koi merupakan kerabat ikan mas, awalnya ikan Koi merupakan ikan konsumsi, namun karena keindahan warnanya ikan Koi lebih popular sebagai ikan hias. Ikan Koi muncil sekitar ribuan tahun yang lalu dan pertama kali dibudidayakan pada tahun 1820 di Ojiya.

Ikan Koi hamper menyerupai ikan mas, namun ikan Koi memiliki warna yang bermacam-macam dan pola sisik yang mempunyai beberapa pola. Dari segi sisiknya ikan Koi ada 2 jenis yaitu ikan Koi warna metalik dan warna nonmetalik. Pola-pola yang beragam ini diperoleh dari hasil persilangan berbagai macam koi.

Baca juga:

Peluang Usaha Yang Santai tapi Keuntungan Menggiurkan

Cara Budidaya Ikan Nila

 

Jenis-jenis ikan Koi nonmetalik

  • Kohaku (2 warna merah dengan dasar putih)
  • Sanke (3 warna, merah, hitam dan dasar putih)
  • Showa (marking merah dan putih diatas dasar warna hitam)
  • Utsuri mono (2 warna, merah, putih atau kuning diatas dasar warna hitam)
  • Bekko (marking hitam diatas dasar berwarna)
  • Asagi atau Shusui (biru tua dengan garis merah)
  • Koromo (hitam atau kebiruan diatas pola merah)
  • Kawarimono (keemasan)
  • Ai-goromo (warna dasar putih dengan spot hitam diatas pola merah)

Jenis-jenis ikan Koi metalik

  • Ogon atau hikari (dua warna atau lebih)
  • Hikari utsuri-mono (showa metalik dan utsuri)
  • Kin gin rin (sisiknya berkilau seperti mutiara)
  • Tancho (memiliki lingkaran merah di kepala

Selain dua jenis diatas, masih ada lagi jenis ikan Koi yang lain yaitu ikan Koi torpedo dan koi bongsor. Ikan Koi torpedo memiliki bentuk tubuh yang kokoh dan kepala besar, sedngkan ikan Koi Bongsor memiliki tubuh yang bongsor dari pinggang hingga kepala.

Pemijahan ikan Koi

Kesuksesan pembudidayaan ikan Koi sangat tergantung pada beberapa hal, diantaranya kualitas air, tempat pemijahan, pemilihan induk dan pemeliharaan burayak.

Tempat Pemijahan ikan Koi

Kolam yang akan digunakan untuk pemijahan ikan Koi sebaiknya terbuat dari semen yang sudah bebas dari hama. Kedalaman air untuk pemijahan sekitar 30-60 cm. Kualitas air yang digunakan selama pemijahan harus memenuhi kriteria berikut.

  1. Kadar garam yang terlarut minimal 0.1 % sampai 1 %
  2. pH air antara 5.5 sampai 7.5
  3. kadar oksigen normal 4 ppm.
  4. Suhu air berkisar 10-30 derajat

Air yang akan digunakan sebaiknya diendapkan selama 3×24 jam sebelum digunakan. Dalam kolam diberi aerator atau semburan air dan ijuk digapit bambu yang diletakkan melayang.

Pemilihan Induk dan Pemijahan

Induk koi yang akan dipijahkan minimal usianya 24 bulan dan panjangnya 35 cm. Ciri induk jantan yang bagus memiliki tubuh yang lebih panjang dan perutnya tidak buncit dan gerakannya lincah. Sedangkan induk betina memiliki ciri perut buncit dan gerakannya lambat. Untuk proses pemijahan , siapkan induk betina dan jantan dengan perbandingan 1:3, induk betina 1 dan induk jantan 3-5. Sebelum proses pemijahan induk betina dan jantan dikarantina terlebih dahulu dan pisahkan dengan jenis ikan lain. Induk betina tetap diberi pakan sedangkan induk jantan jangan diberi pakan selama 3×24 jam.

Selanjutnya ke langkah pencampuran induk, sebaiknya pencampuran induk dilakukan pada pukul 4-6 sore, lalu setalahnya tutup kolam pemijahan dengan menggunakan jala hingga besok pagi. Pada pukul 5 pagi periksa ijuk apakah ada telur, jika terdapat telur segera pindahkan induk ke kolam lain, jika tidak ada telur berarti induk belum siap dipijah, jika semikian ulangi langkah persiapan pemijahan dan pemilihan induk dari awal.

Setelah induk betina dan jantan dipisahkan, biasanya telur akan menetas dalam waktu 3×24 jam. Setelah telur menetas jangan diberi pakan sampai burayak berumur 4×24 jam. Setelah berumur 4×24 jam, burayak diberi pakan cacing sebanyak 5 kali sehari selama 45 har. Setelah 45 hari, kolam burayak diberi sistem filltrasi, aerator dan semburan air. Ketika usianya mencapai 90 hari, ikan Koi diseleksi warna dan ukuran, Koi yang berukuran kecil dipisahkan dan dipelihara sampai 45 hari kemudian. Koi yang ukurannya memenuhi kriteria dipisahkan untuk dilakukan pembesaran. Setelah Koi berusia 120 hari, bisa dilakukan seleksi pola.

Memelihara Ikan Koi

Sebaiknya ikan Koi dipelihara dalam kolam semen agar ikan Koi terlihat lebih indah, semakin dalam kolam semakin baik bagi ikan Koi, kedalaman kolam biasanya 165 cm. Permukaan dinding kolam harus lembut, dan sudut kolam sebaiknya tumpul agar ikan Koi tidak lecet karena terbentur, sebaiknya kolam terletak di tempat yang terkena banyak sinar matahari agar warna dan pola ikan koi semakin terlihat.

Pemeriksaan kualitas air

Kualitas air juga sangat berpengaruh pada keberhasilan budidaya ikan Koi, apalagi budidayanya dengan tujuan untuk usaha. Jangan terlalu sering menguras air karena itu akan membuat ikan stres, penggantian air sebaiknya dilakukan rutin selama 2 minggu sekali. Jika menggunakan air PAM sebaiknya air diendapkan terlebih dahulu selama 24 jam.

Pemberian Pakan ikan Koi

Pakan yang berkualitas adalah pakan yang banyak mengandung protein, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin. Pakan yang berkualitas akan membuat pertumbuhan ikan sangat baik dan sisik ikan Koi semakin berkilau. Selain pakan yang berkualitas, porsi pakan yang diberikan juga harus teratur, untuk Koi yang berukuran <2 cm porsi makan 1 hari sekitar 15-20 persen dari masa tubuhnya, untuk Koi yang massanya 2-4 gram, porsi makan 1 hari sekitar 15-20 % massa tubuhnya. Sedangkan untuk Koi sedang hingga dewasa diberi porsi makan 2-5 % dari massa tubuhnya setiap harinya.

Penyakit pada Ikan Koi

Seperti pada ikan lainnya, Koi juga rawan terkena penyakit. Penyakit yang sering menyerang ikan Koi adalah:

  • White spot
  • Kutu ikan
  • Penyakit bibir dan ekor
  • Stres
  • Herpes

White Spot

White spot menyerang hampir semua jenis ikan, dan biasanya ini terjadi saat pergantian musim. Penyakit ini bisa diatasi dengan menggunakan Metrodinasol dengan takaran 1 Tablet setiap 50 L air.

Kutu air

Penyakit kutu air ini menempel pada ikan Koi yang meninggalkan lubang-lubang pada tubuh ikan dan melukai ikan. Penyakit ini bisa diatasi dengan memberikan PK dengan dosis 3 gram PK untuk setiap 1 m3 air terus diulang tiga hari kemudian sampai kutu air ikut mati.

Penyakit Bibir dan Ekor

Penyakit ini ditandai dengan munculnya lubang pada bibir dan pangkal ikan Koi, untuk menangani penyakitnya sama dengan menangani penyakit kutu air.

Stres

Tanda-tanda ikan Koi mengalami stres adalah:

  1. Ikan Koi lebih senang berada di pojok kolam dan kurang lincah ketika berenang.
  2. Ikan Koi tiba-tiba mogok makan
  3. Terdapat bercak merah pada tubuhnya karena mengalami stress.
  4. Ikan Koi berusaha meloncat dari kolam.

Untuk mengatasi ikan Koi yang stres bisa dilakukan dengan mengkarantina ikan dalam kolam terpisah dengan kolam yang berisi air yang telah diberi garam dan antibiotik serta memiliki sistem filtrasi yang sangat memadai, lakukan sampai ikan benar-benar tidak stres.

Demikian tata cara Budidaya ikan Koi dari mulai pemijahan dan pemeliharaan, Usaha ikan koi merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan. bagi anda yang berniat menekuni usaha bisnis ikan Koi, sebaiknya lakukan dengan ulet dan teratur, karena ikan yang berkualitas mempunyai mutu tinggi dan harganya lebih bagus.

Bagi anda yang ingin tahu atau menekuni bisnis di bidang pertanian, perikanan dan peternakan di alamtani.com dituliskan banyak artikel yang berkaitan dengan itu. Dari mulai bisnis perikanan, peternakan jenis ungags, dan pertanian buah-buahan dan sayur-sayuran.

Leave a Reply

Advertisment ad adsense adlogger