Gejala dan Resiko Penyakit Diabetes Mellitus pada Ibu Hamil

Beberapa penelitian kesehatan menyebutkan bahwa resiko penyakit diabetes mellitus pada ibu hamil cukup mengerikan. Sehingga Anda harus lebih teliti untuk mengetahui gejala diabetes seperti ini. Diabetes ini sering disebut dengan Mellitus Gestasional. Diabetes seperti ini terjadi karena terdapat kelainan pada metabolisme yan terjadi karena perubahan kondisi insulin pada tubuh secara signifikan. Hal ini yang membuat beberapa bagian tubuh cenderung berubah bahkan membuat tubuh memiliki banyak penyakit komplikasi.

Gejala Penyakit Diabetes

Biasanya penyakit diabetes mellitus pada ibu hamil memliki gejala yang hampir sama pada penderita pada umumnya. Perbedaan yang dialami hanya kondisi pada tubuh. Banyak dokter yang menilai bahwa penemuan kasus diabetes pada ibu hamil diketahui pada saat melakukan pemeriksaan rutin untuk pertumbuhan janin. Apalagi beberapa ibu hamil juga tidak mengalami perubahan ataupun gejala diabetes lainnya. Pemeriksaan seperti ini biasanya terjadi saat peningkatan gula darah dalam tubuh ibu hamil. Untuk mendapatkan detail yang lebih pasti, ibu hamil akan diberikan obat antidiabetes dan kemudian melakukan pemeriksaan ulang.

Sebelum melakukan pemeriksaan medis, ada baiknya Anda mengetahui beberapa gejala penyakit diabetes mellitus pada ibu hamil:

1. Ibu hamil akan mengalami cepat haus
Rasa haus berlebihan atau sering disebut Polidipsia meruapakan gejala utama diabetes yang dialami bagi ibu hamil. Bahkan, beberapa ibu hamil akan mengalami bibir pecah-pecah dan mulut terasa sangat kering. Namun, gejala diabetes seperti ini hanya terjadi pada ibu hamil yang tidak melakukan banyak kegiatan ringan. Rasa haus berlebihan pada ibu hamil merupakan indikasi awal yang membuat Anda terkena diabetes.

Rasa haus berlebihan seperti ini terjadi karena tekanan gula darah dalam tubuh meningkat sangat tajam dan menyerap air secara berlebihan dari seluruh jaringan sel. Dehidrasi yang cukup berlebihan ini bisa diatasi dengan mengatur tekanan gula darah atau melalui makanan sehat dan gaya hidup sehat.

2. Volume buang air kecil berlebihan
Bagi banyak orang dan khususnya ibu hamil memiliki volume buang air kecil normal dengan perhitungan tertentu. Anda bisa melakukan perbandingan terhadap air putih yang diminum setiap hari. Umumnya, air seni yang dikeluarkan melalui tubuh akan berkisar 1-2 liter setiap hari. Bila terdapat volume yang cukup besar, hal ini mengindikasikan bahwa ibu hamil mengalami gejala diabetes. Apalagi gejala ini juga sangat berhubungan dengan rasa haus berlebihan.

Bila ibu hamil mengalami proses buang air kecil yang terlalu berlebihan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan medis. Hal ini akan berpengaruh pada kesehatan ginjal atau janin. Selain itu, kondisi kesehatan pada tubuh ibu hamil juga akan terpengaruhi pada saat mengalami dehidrasi akut.

3. Merasa cepat lapar pada kondisi tertentu
Merasa cepat lapar pada kondisi tertentu juga bisa menjadi bagian penting dari gejala diabetes pada ibu hamil. Hal ini sangat berbeda pada kondisi mengidam yang biasanya terjadi pada ibu hamil. Rasa cepat lapar yang sangat tidak normal seperti ini terjadi akibat kurangnya insulis yang memasukkan gula pada seluruh sel tubuh. Hal ini bisa menyebabkan pelemahan otot secara berkelanjutan. Namun, otak akan menerima rangsangan itu sebagai kurangnya konsumsi atau nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Hal ini yang membuat ibu hamil akan mulai mengkonsumsi makanan tambahan.
4. Pemulihan luka yang cukup lama pada ibu hamil
Ibu hamil sangat rentan terhadap seluruh aktifitas atau kegiatan yang dilakukan setiap hari. Hal ini terjadi karena ibu hamil harus melakukan pengendalian emosi dan energi. Selain itu, nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil juga cukup banyak. Bila ibu hamil sewaktu-waktu memiliki luka ringan akibat kegiatan yang dilakukan, sebaiknya harus segera dilakukan tindakan medis ringan. Apalagi bila luka ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk sembuh, maka hal itu bisa menjadi salah satu gejala diabetes.

Diabetes biasanya akan menyerang jaringan kulit yang membuat luka membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh. Sebaiknya ibu hamil harus menjaga tubuh atau menerapkan kegiatan ringan yang tidak berbahaya. Bila pemulihan luka itu cukup lama, maka ibu hamil akan mudah terinfeksi bakteri. Hal ini tentu akan mempengaruhi janin.

Resiko penyakit diabetes mellitus pada ibu hamil sangat besar. Hal ini tidak hanya terjadi pada ibu hamil, tetapi juga janin akan mendapatkan pengaruh buruk. Beberapa dokter mengungkapkan resiko terburuk bila ibu hamil mengalami diabetes, seperti

5. Persalinan prematur
Hal ini sangat sering terjadi bagi ibu hamil yang mengalami kondisi tubuh tidak normal. Apalagi saat ibu hamil mengalami diabetes, maka janin juga akan terpengaruh. Bayi biasanya akan lahir secara prematur. Namun, beberapa dokter mengungkapkan bayi prematur ini memiliki kans untuk hidup normal bila dilakukan tindakan medis yang benar.

6. Cairan ketuban yang keluar akan berlebihan
Cairan ketuban yang keluar secara berlebihan akan dialami ibu hamil saat menderita diabetes. Penyakit medis ini sering disebut sebagai hidramnion. Dokter kandungan akan segera menerapkan tindakan medis agar hal ini tidak mengganggu persalinan.

7. Infeksi saluran kemi dan keputihan akibat jamur
Saat ibu hamil menderita diabetes, maka saluran kemi akan memiliki peluang besar untuk terinfeksi. Bahkan yang lebih buruk lagi, ibu hamil akan mengalami keputihan abnormal yang disebabkan jamur. Hal ini tentu akan mempengaruhi kesehatan bayi.

8. Janin akan lahir dengan cacat bawaan
Sebenarnya resiko penyakit diabetes mellitus pada ibu hamil juga terjadi pada janin. Beberapa dokter kandungan mengungkapkan bahwa bayi yang lahir dari ibu penderita diabetes mellitus akan berpeluang mendapatkan cacat bawaan.

Leave a Reply

Advertisment ad adsense adlogger